Nyanyian Bendahara Kian Nyaring, Kakon Sukman Masih ‘Muka Tembok’ Merasa Paling Bersih

Pringsewu–Penahukumnews.com Babak belur dihantam skandal dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), nasib Pekon Babakan, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus kini benar-benar berada di ambang kehancuran. Ironisnya, di tengah karut-marutnya tata kelola keuangan desa, Kepala Pekon (Kakon) Babakan, Sukman Hadi, terkesan masih mengutamakan gengsi, “pura-pura plonco”, hingga mendadak ‘amnesia’ terkait aliran dana desa yang diduga kuat dikurasnya dari tangan bendahara.

​Bak pribahasa “tiga hari mau kiamat” namun ego tetap menyengat, Kakon Sukman hingga saat ini dilaporkan masih gigih bertahan dan merasa dirinya paling bersih dari jeratan hukum. Padahal, ‘nyanyian’ sang Bendahara Pekon kian nyaring dan didukung oleh rincian data serta bukti valid mengenai penarikan uang yang dilakukan oleh sang Kakon secara bertahap setiap kali pencairan bank selesai.

​Nasi sudah menjadi bubur, bendahara pekon yang selama ini dipaksa mencari dana talangan untuk menutupi borok kegiatan fisik dan non-fisik yang mangkrak, kini resmi menjadi korban. Kasus ini menggelinding menjadi bola liar setelah sang bendahara dilaporkan oleh korban pemberi pinjaman, Tabrani, ke pihak Polres Pringsewu.

​Ironisnya, dugaan keterlibatan Kakon Sukman kian menguat. Sang Kepala Pekon diduga keras tidak hanya menguras Dana Desa untuk aktivitas foya-foya dan hiburan malam (karaoke), melainkan juga ikut mencicipi dan menikmati aliran dana talangan yang dicari susah payah oleh bendaharanya sendiri. Namun saat masalah hukum mencuat, sang Kakon justru seolah cuci tangan dan membiarkan bendaharanya menghadapi jerat hukum sendirian.

​”Kalau masyarakat menilai saya yang melarikan uang Dana Desa, tolong buka mata lebar-lebar. Uang tersebut tidak akan bisa saya cairkan sendiri di bank, melainkan wajib bersama-sama dengan Kepala Pekon. Dan setiap habis cair, dia selalu meminta uang itu,” tegas Bendahara Pekon Babakan dalam keterangannya.

READ  Duka Pasar Liwa, Pujakesuma Lampung Barat Turun Tangan Ringankan Beban Korban Kebakaran"

​Melihat ketimpangan yang terjadi, tensi kemarahan masyarakat Pekon Babakan kini berada di titik nadir. Warga menilai, sikap bertahan dan aksi bungkam yang dipertontonkan oleh Sukman Hadi adalah bentuk penghinaan terhadap rasa keadilan di desa.

​Kini, bola panas berada di tangan aparat penegak hukum. Masyarakat Pekon Babakan secara terbuka menantikan gerak cepat dan ketegasan dari pihak penyidik kepolisian (Polres Pringsewu) untuk segera memanggil, memeriksa, dan mengonfrontasi Kepala Pekon Babakan terkait seluruh bukti dan ‘nyanyian’ terperinci dari sang bendahara.

​Masyarakat berharap, hukum tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Siapa yang menanam angin, harus siap menuai badai. Kasus dugaan korupsi berjamaah yang mengorbankan hajat hidup orang banyak di Pekon Babakan ini harus diusut tuntas hingga ke akarnya.(Tim)

banner 728x90 banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *