BANDUNG penahukumnews.com— Kesiapan pengamanan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi perhatian serius Kepolisian Negara Republik Indonesia menjelang penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026. Tim supervisi dari Markas Besar Polri turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh aspek pengamanan di salah satu venue utama tersebut berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Supervisi pengamanan yang merupakan bagian dari Operasi Terpusat “Garuda Bakti-2026” itu dipimpin Waastamaops Kapolri Irjen Pol Laksana selaku Ketua Tim. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wadankorbrimob Polri Irjen Pol Reza Arief Dewanto, Brigjen Pol Joko Sulistio, serta sejumlah personel terkait.
Kehadiran tim supervisi Mabes Polri tidak sekadar menjadi agenda pemeriksaan, tetapi juga bagian dari upaya memastikan kesiapan sistem pengamanan secara menyeluruh. Setiap unsur pengamanan ditinjau untuk melihat sejauh mana prosedur yang telah disiapkan mampu menjawab kebutuhan pengamanan sebuah ajang olahraga berskala internasional.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan supervisi tersebut dilakukan untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan skema pengamanan di Stadion Si Jalak Harupat.
“Pengecekan ini merupakan bagian penting dari Operasi Garuda Bakti-2026. Kami dari jajaran Polda Jabar bersama tim supervisi Mabes Polri ingin memastikan bahwa prosedur pengamanan di Stadion Si Jalak Harupat, mulai dari ring dalam hingga akses luar, sudah siap seratus persen untuk menyambut FIFA ASEAN Cup 2026,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Selasa (29/9/2026).
Dalam supervisi tersebut, tim Mabes Polri memeriksa sejumlah aspek yang memiliki peran penting dalam menjamin keamanan dan kelancaran pertandingan. Di antaranya kesiapan akses masuk suporter, jalur evakuasi, ruang ganti pemain, hingga sistem kamera pengawas atau CCTV yang terintegrasi di kawasan stadion.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan keterhubungan antara satu titik pengamanan dengan titik lainnya. Pola tersebut penting untuk memastikan bahwa respons terhadap setiap situasi dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan sesuai prosedur apabila terjadi dinamika selama pertandingan berlangsung.

Selain aspek teknis, keberadaan tim supervisi yang melibatkan unsur operasional dan Korps Brimob juga menjadi bagian dari langkah mitigasi terhadap berbagai potensi kerawanan. Identifikasi dilakukan sedini mungkin agar setiap celah dalam sistem pengamanan dapat segera diperbaiki sebelum pertandingan digelar.
Menurut Kabid Humas, pengamanan ajang internasional tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan di dalam stadion. Kenyamanan dan keselamatan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemain, ofisial, suporter, hingga masyarakat di sekitar venue, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan skema pengamanan.
Melalui Operasi Garuda Bakti-2026, Polri bersama jajaran Polda Jawa Barat terus memastikan kesiapan personel, sarana pendukung, serta mekanisme pengamanan di setiap titik strategis.
Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif sehingga seluruh rangkaian FIFA ASEAN Cup 2026 dapat berlangsung tertib, lancar, dan memberikan pengalaman positif bagi para peserta maupun masyarakat.
Pewarta : M.Mahdi (Ben)
Editor : Hermansyah









