Bantuan Pangan Mengalir ke 1.302 KPM di Sukamanah, Beras 30 Kilogram Jadi Oase di Tengah Harga Pangan Melambung

 

CIANJUR penahukumnews.com— Di tengah tekanan harga kebutuhan pokok yang masih menjadi tantangan bagi masyarakat, bantuan pangan kembali mengalir ke tengah warga Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Sebanyak 1.302 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Sukamanah menerima bantuan pangan berupa beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Setiap KPM mendapatkan tiga karung beras dengan total 30 kilogram.

Proses penyaluran bantuan tersebut tengah berlangsung dan mendapat perhatian dari pemerintah desa untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Sukamanah, Hadi Suherlan, mengatakan penyaluran dilakukan dengan memperhatikan ketepatan sasaran penerima manfaat.
“Alhamdulillah, Desa Sukamanah mendapatkan alokasi untuk 1.302 KPM. Setiap KPM menerima tiga karung beras atau sebanyak 30 kilogram untuk periode alokasi Juli, Agustus, dan September,” ujar Hadi, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, proses penyaluran dilakukan secara tertib dengan verifikasi terhadap penerima. Dari hasil pemantauan di lapangan, bantuan dinilai telah menyentuh kelompok masyarakat yang memang membutuhkan, termasuk warga lanjut usia (lansia).
“Setelah kami melihat langsung penerima manfaat, alhamdulillah bantuan ini sangat tepat sasaran. Di antaranya terdapat lansia dan masyarakat yang memang membutuhkan. Jadi bantuan yang turun ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Desa Sukamanah sendiri terdiri dari empat kedusunan. Untuk memastikan tidak ada penerima yang tertinggal, pemerintah desa menyiapkan mekanisme distribusi yang bersifat responsif, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan untuk datang ke lokasi penyaluran.

Hadi menegaskan, warga yang sakit atau tidak memungkinkan hadir secara langsung tidak lantas kehilangan haknya.
“Kalau ada masyarakat yang sakit atau tidak bisa datang ke tempat pembagian, kami sebagai petugas akan jemput bola. Bantuan akan kami antarkan langsung ke rumah penerima,” tuturnya.

READ  Rakyat Makan Hati, Pejabat Makan Sapi? Misteri Hilangnya Anggaran di Pekon Tanjung Siom."

Langkah tersebut menjadi bagian penting dari prinsip penyaluran bantuan: bukan sekadar membagikan, tetapi memastikan manfaatnya benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Bagi masyarakat, bantuan 30 kilogram beras bukan sekadar angka dalam daftar distribusi. Di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat, bantuan tersebut menjadi penyangga ekonomi keluarga, terutama bagi kelompok rentan.
Hadi pun menyambut baik hadirnya program bantuan pangan tersebut.

“Saya sendiri sangat bersyukur bantuan ini bisa tiba dan disalurkan tepat sasaran. Apalagi di tengah harga bahan pokok yang masih cukup tinggi, bantuan ini ibarat oase di tengah padang tandus. Sangat membantu masyarakat, terutama dalam meringankan beban dan mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan makan,” pungkasnya.

Penyaluran bantuan pangan di Desa Sukamanah pada akhirnya bukan hanya berbicara mengenai beras yang berpindah tangan. Lebih jauh, program ini menjadi gambaran tentang bagaimana intervensi pangan dapat menjadi bantalan sosial bagi masyarakat ketika daya beli masih menghadapi tekanan.

Bagi 1.302 keluarga penerima manfaat, 30 kilogram beras hari ini berarti lebih dari sekadar bantuan—ia adalah ruang bernapas di tengah mahalnya kebutuhan hidup.

Pewarta : M.Mahdi (Ben)

Editor    : Hermansyah

banner 728x90 banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *