Kang Duyeh Bawa Gagasan Baru di Pilkades Jatiragas: “Membangun Desa, Petani Sejahtera”

 

SUBANG penahukumnews.com— Pesta demokrasi pemilihan Kepala Desa Jatiragas Hilir, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, mulai memasuki atmosfer persaingan gagasan. Di tengah dinamika politik desa yang kian menghangat, Senin (7/9/2026). salah satu bakal calon Kepala Desa, Rohmat yang akrab disapa Kang Duyeh, hadir membawa visi yang menitikberatkan pada pembangunan desa sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.menjadi bagian dari momentum penting bagi masyarakat Jatiragas untuk menimbang arah masa depan desanya.

Bukan sekadar pertarungan figur, pesta demokrasi di tingkat desa idealnya menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, keberanian melakukan perubahan, serta komitmen menghadirkan pemerintahan yang benar-benar bekerja untuk rakyat.

Kang Duyeh mengusung moto “Membangun Desa, Petani Sejahtera.” Sebuah slogan yang tidak berhenti sebagai rangkaian kata, tetapi diterjemahkan ke dalam lima gagasan utama yang menjadi fondasi pemikirannya dalam membangun Jatiragas.

Lima gagasan tersebut meliputi pemerintahan yang bersih dan transparan, pembangunan desa yang berkelanjutan, pelayanan masyarakat yang cepat dan tepat, kebersamaan dengan warga dalam memajukan desa, serta pemberdayaan potensi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bagi Kang Duyeh, pemerintahan desa tidak boleh berjalan dalam ruang yang tertutup. Transparansi menjadi prasyarat penting untuk membangun kepercayaan publik. Masyarakat bukan hanya objek pembangunan, melainkan bagian penting dari proses pengambilan keputusan dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

Gagasan pembangunan
berkelanjutan pun menjadi salah satu titik tekan. Desa, menurut paradigma tersebut, tidak cukup hanya membangun secara fisik, tetapi juga harus mampu menciptakan fondasi ekonomi dan sosial yang dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang.

Di sisi pelayanan publik, Kang Duyeh menawarkan prinsip sederhana namun fundamental: cepat dan tepat. Sebab bagi masyarakat, kualitas pemerintahan sering kali tidak diukur dari seberapa banyak jargon yang disampaikan, melainkan dari seberapa cepat pemerintah hadir ketika warga membutuhkan pelayanan.

READ  Bung ADV. Arey Apresiasi Bupati Subang Kang Reynaldi Lanjutkan Di Dua Priode

Yang menarik, gagasan Kang Duyeh juga menempatkan masyarakat sebagai kekuatan utama pembangunan.
“Bersama warga memajukan desa” menjadi salah satu prinsip yang hendak dikedepankan. Artinya, pembangunan tidak diposisikan sebagai proyek segelintir orang, melainkan sebagai kerja kolektif yang membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, pemberdayaan potensi desa diarahkan sebagai instrumen untuk membuka ruang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Potensi pertanian, sumber daya manusia, maupun berbagai kekuatan lokal lainnya dinilai perlu dikelola secara lebih produktif agar memberikan nilai tambah bagi warga.

Di sinilah gagasan “Membangun Desa, Petani Sejahtera” menemukan relevansinya.
Sebab desa bukan sekadar wilayah administratif. Desa adalah ruang hidup masyarakat, tempat ekonomi rakyat bergerak, tempat para petani menggantungkan masa depan, sekaligus tempat harapan generasi berikutnya ditanam.

Kang Duyeh mencoba membawa perspektif bahwa pembangunan desa harus memiliki arah yang jelas: pemerintahan dibenahi, pelayanan dipercepat, potensi lokal diberdayakan, dan masyarakat ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan.
Gebrakan tersebut sekaligus menjadi mindset yang ingin ditanamkan Kang Duyeh dalam kontestasi Pilkades Jatiragas.

Bukan sekadar menawarkan perubahan sebagai kata-kata politik, tetapi membangun kerangka berpikir bahwa perubahan harus memiliki konsep, keberpihakan, dan keberlanjutan.

Pada akhirnya, demokrasi desa bukan hanya tentang siapa yang memperoleh suara terbanyak. Lebih dari itu, demokrasi adalah tentang bagaimana masyarakat menentukan siapa yang dipercaya memegang amanah, mengelola pemerintahan, dan membawa desa menuju masa depan yang lebih baik.

Jatiragas kini berada di hadapan pilihan. Dan di tengah riuhnya kontestasi, gagasan akan menjadi salah satu ukuran penting: siapa yang sekadar menawarkan janji, dan siapa yang datang membawa visi pembangunan yang ingin diwujudkan bersama masyarakat.

Pewarta : M.Mahdi (Ben)

READ  Mang Jejen Kembali Maju Pilkades, Komitmen Lanjutkan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa

Editor    : Hermansyah

banner 728x90 banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *