Pringsewu-Penahukumnews.com
Dalam upaya menjadikan Modified Cassava Flour (MOCAF) sebagai produk unggulan daerah, Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu pada tahun 2026 melaksanakan sejumlah langkah strategis guna meningkatkan nilai tambah komoditas ubi kayu sekaligus mendorong kesejahteraan petani.
Langkah ini dinilai penting mengingat selama ini petani ubi kayu cenderung menjual hasil panen dalam bentuk segar dengan harga yang fluktuatif dan relatif rendah. Melalui pengolahan menjadi MOCAF, nilai jual ubi kayu dapat meningkat signifikan karena masuk dalam rantai industri pangan olahan yang memiliki pasar lebih luas dan stabil. Selain itu, pengembangan MOCAF juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu impor serta membuka peluang substitusi bahan baku lokal.

Dari sisi daerah, pengembangan MOCAF diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect), mulai dari penyerapan tenaga kerja di sektor pengolahan, tumbuhnya industri kecil dan menengah (IKM), hingga peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Sentra IKM MOCAF di Tulung Agung diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis komoditas lokal.
Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Pertanian menyusun Good Agricultural Practices (GAP) tanaman ubi kayu guna menghasilkan bahan baku berkualitas sesuai standar industri MOCAF. GAP ini nantinya menjadi salah satu persyaratan bagi petani yang akan terlibat dalam skema contract farming, sehingga harga jual lebih terjamin, kepastian pasar meningkat, serta risiko kerugian akibat fluktuasi harga dapat ditekan.

Selain itu, Dinas Pertanian akan menyelenggarakan pelatihan bagi petani untuk meningkatkan keterampilan pengolahan ubi kayu menjadi MOCAF. Pelatihan meliputi teknik fermentasi serta pembuatan chip kering sebagai bahan baku utama MOCAF. Kegiatan ini direncanakan berlangsung pada April atau Mei 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang.
Peningkatan kapasitas juga dilakukan terhadap penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pendampingan di lapangan. Para penyuluh akan dibekali pelatihan budidaya ubi kayu berbasis standar GAP agar dapat memberikan pendampingan yang terarah dan berkelanjutan kepada petani. Pelatihan bagi penyuluh ini dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Pringsewu optimistis pengembangan MOCAF tidak hanya meningkatkan daya saing produk pertanian lokal, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani ubi kayu secara berkelanjutan. ( Yurizah Alie/FPII )









