Subang penahukumnews.com- Diakui alumnus UPI Purwakarta tahun 2013 ini, awalya dirinya adalah seorang guru honorer biasa dari 17 juli tahun 1995,kemudian di angkat kontrak GBDT, dari 2005 sampai 2007 diangkat CPNS 2008 hingga akhirnya dipercayakan memimpin Sekolah Dasar Negeri Jatiragas 2 .
Diakui Tuti Haryati. S.Pd bahwa belum genap setahun ia menginjakkan kaki di SDN Jatiragas 2 juga PLT SDN Pasir konci pada tanggal 2 september 2026 tersebut.
Bagi dirinya kepercayaan sebagai pimpinan di sekolah tersebut merupakan tantangan dan perjuangan yang harus didukung pula oleh dewan guru dan staf administrasi sekolah.
“Dukungan semua guru dan tenaga tata usaha untuk kemajuan sekolah cukup baik, semoga kerjasama ini ke depan akan membuahkan hasil yang baik pula,”ujar Tuti Haryati. S. Pd

Rutinitas setiap pagi Jumat murid-murid di sekolah itu diwajibkan baca Yasin di setiap kelas.
Suka duka Tuti Haryati. S. Pd dalam memimpin sekolah dirasakan cukup teratasi atas kerja sama bersama para guru di sana.
Ia pun menilai berbagai kendala itu adalah sebuah tantangan yang harus dilalui dengan penuh kesabaran.
Selain itu Kepala Sekolah SDN Jatiragas 2 berharap Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) .
Ia mengakui bahwasanya program tersebut dirancang untuk menyediakan sarana dan prasarana sekolah yang berkualitas.

Kebijakan ini memprioritaskan sekolah dengan kondisi rusak berat, berada di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), serta sekolah yang terdampak bencana.
Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif.
Namun, kondisi ideal tersebut belum dirasakan khususnya di SDN Jatiragas 2 harapnya.
Berdasarkan pantauan langsung tim liputan penahukumnews.com di lapangan SDN Jatiragas 2 tepatnya di Dusun Kedung Leoh Desa Tambakjati Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang, saat ini berada dalam kondisi memprihatinkan rusaknya fasilitas fisik.
Ia mengakui Sekolahnya pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintahan Desa Tambakjati membangun tembok pagar .

Disisi lain Sekolah ini belum pernah menerima bantuan program revitalisasi.
Struktur bangunan tampak rapuh di bagian belakang, dinding tembok mengelupas ,serta kusen pintu dan jendela sudah keropos juga sebagian kelas Plafon nya rusak hingga membuat ruangan terasa panas dan mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).
Meja dan kursi siswa banyak yang rusak.
Pihak kepala sekolah, wali murid, dan masyarakat setempat berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang dapat memprioritaskan sekolah tersebut dalam usulan program revitalisasi Kemendikdasmen tahun ini.

”Kami memohon agar Dinas Pendidikan Kabupaten Subang mengusulkan dan memprioritaskan sekolah di daerah kami agar bisa direalisasikan oleh Kemendikdasmen. Perbaikan gedung
1. terutama ruang kelas dan ruang pendukung lainnya
2. Serta peninggian lantai dan halaman sekolah sangat penting agar kegiatan belajar mengajar ujar perwakilan pihak sekolah dan wali murid.pungkasnya (Hermansyah)









