Santuni Ratusan Anak Yatim, Pemdes Buni Sari Teguhkan Tradisi Kepedulian dan Ukhuwah

 

 

CIANJUR penahukumnews.com– Kepedulian sosial kembali menjadi denyut utama kehidupan masyarakat Desa Buni Sari, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur. Pemerintah Desa Buni Sari menggelar santunan bagi ratusan anak yatim piatu yang dirangkaikan dengan tabligh akbar, sebuah agenda tahunan yang tak sekadar menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga ruang untuk merawat kepedulian dan memperkuat jalinan kebersamaan warga.

 

Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus semarak. Antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara menjadi gambaran bahwa tradisi berbagi masih memiliki tempat penting di tengah dinamika kehidupan sosial.

 

Santunan diberikan sebagai wujud perhatian pemerintah desa bersama masyarakat kepada anak-anak yatim piatu, sekaligus upaya meringankan sebagian kebutuhan mereka dan menghadirkan kebahagiaan yang sederhana namun bermakna.

 

Kepala Desa Buni Sari, H. Dedi Juhaeri, mengatakan, Jum’at (11/9/2026). kegiatan tersebut secara konsisten dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari komitmen pemerintah desa dalam membangun kehidupan masyarakat yang tidak hanya maju secara sosial, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keagamaan.

 

Menurutnya, santunan dan tabligh akbar menjadi momentum untuk mempertemukan semangat kepedulian dengan penguatan ukhuwah Islamiyah.

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa kepedulian sosial sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Desa Buni Sari. Santunan kepada anak yatim piatu menjadi bentuk nyata perhatian bersama kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Dedi.

 

Ia menegaskan, keberadaan anak yatim piatu merupakan tanggung jawab moral bersama. Karena itu, kepedulian tidak semestinya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi perlu diwujudkan melalui perhatian yang berkesinambungan, sehingga mereka tetap memiliki ruang untuk tumbuh, berkembang, dan menatap masa depan dengan penuh optimisme.

 

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tabligh akbar yang menghadirkan penceramah untuk memberikan tausiyah keagamaan. Pesan yang disampaikan mengajak masyarakat meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus meneguhkan kembali pentingnya persaudaraan, gotong royong, serta kepekaan terhadap persoalan sosial yang tumbuh di lingkungan sekitar.

READ  Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Kerja

 

Suasana kebersamaan begitu terasa sepanjang acara. Warga dari berbagai kalangan tampak hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Bagi masyarakat Desa Buni Sari, kegiatan tersebut bukan hanya pertemuan dalam balutan agenda keagamaan, melainkan juga menjadi ruang silaturahmi untuk memperkuat kohesi sosial dan merawat nilai-nilai kebersamaan yang telah tumbuh di tengah masyarakat.

 

Dedi berharap tradisi santunan anak yatim piatu dan tabligh akbar dapat terus dipertahankan sebagai agenda tahunan Desa Buni Sari. Lebih dari sekadar rutinitas, kegiatan tersebut diharapkan menjadi energi sosial yang mampu melahirkan masyarakat yang religius, peduli, harmonis, serta memiliki kesadaran kuat bahwa pembangunan desa sejatinya tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan kemajuan fisik, tetapi juga tentang membangun manusia dengan kepedulian, persaudaraan, dan nilai kemanusiaan.

 

Pewarta : M.Mahdi (Ben)

Editor     : Hermansyah

banner 728x90 banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *