Cianjur, Penahukumnews.com. 5 Oktober 2026– Delapan dekade lebih Tentara Nasional Indonesia berdiri kokoh sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan NKRI. Di usia ke-81 ini, *”TNI Manunggal Dengan Rakyat”* bukan sekadar slogan, melainkan napas perjuangan yang terus hidup.
Sebagai insan pers / wartawan, kami memaknai kemanunggalan ini sebagai sinergi nyata di lapangan:
*1. TNI dan Rakyat adalah Satu Kekuatan*
Sejarah membuktikan, TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan kuat karena rakyat. Tanpa dukungan rakyat, TNI tidak ada artinya. Tanpa TNI yang profesional dan tangguh, rakyat tidak merasa aman.
*2. Peran Jurnalistik Sebagai Jembatan*
Dalam konteks kemanunggalan, jurnalistik memiliki peran strategis sebagai perekat. Wartawan adalah mata dan telinga rakyat, yang menyampaikan karya bakti TNI — mulai dari TMMD, bakti sosial, penanganan bencana, hingga menjaga perbatasan — agar diketahui publik. Sebaliknya, pers juga menjadi saluran aspirasi rakyat kepada institusi TNI.
Kami sebagai wartawan berkomitmen untuk terus mengawal kemanunggalan ini dengan pemberitaan yang berimbang, faktual, dan membangun semangat nasionalisme.
*3. Harapan di HUT Ke-81*
Di usia 81 tahun, TNI semakin Profesional, Modern, dan Dicintai Rakyat. Semoga sinergitas TNI-Pers-Rakyat semakin solid dalam membangun Indonesia yang kuat, bersatu, dan berdaulat.
Dirgahayu TNI! Jaya selalu di darat, laut, dan udara.
Hormat Kami,
Syarif Nor
Dewan pembina Media penahukum.









