PURWAKARTA penahukumnews.com— Deru kendaraan yang tak pernah benar-benar berhenti di ruas Tol Cipularang ternyata membawa peluang ekonomi bagi masyarakat Desa Sukajaya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.
Di Rest Area KM 88, aktivitas ekonomi masyarakat tumbuh berdampingan dengan lalu lintas perjalanan. Tempat yang semula identik dengan ruang istirahat itu kini menjadi salah satu etalase produk lokal, tempat kuliner tradisional hingga kerajinan tangan karya warga Sukajaya diperkenalkan kepada para pelancong dari berbagai daerah.
Tak sedikit pengguna jalan yang singgah bukan semata untuk melepas penat, tetapi juga menikmati kuliner dan mencari produk khas yang ditawarkan para pelaku UMKM setempat.
Sekretaris Desa Sukajaya, Yadi Permana, saat dikonfirmasi, Jumat (25/9/2026), menjelaskan, keberadaan UMKM di Rest Area KM 88 merupakan bagian dari hubungan dan kerja sama yang telah terjalin dengan pengelola rest area, Jasa Marga.
Menurut Yadi, pemberdayaan tersebut telah berjalan sejak 2021. Kehadiran ruang usaha di rest area dinilai memberikan kesempatan bagi warga untuk mengembangkan usaha sekaligus memperluas pasar produk lokal.
“Jasa Marga memberikan kontribusi kepada Desa Sukajaya, salah satunya melalui UMKM Sukajaya. Di dalamnya terdapat warga masyarakat Desa Sukajaya yang menjadi pelaku UMKM dan pedagang. Alhamdulillah, keberadaan mereka bisa membantu mengangkat perekonomian warga Sukajaya,” ujar Yadi.
18 UMKM Tawarkan Produk Lokal
Yadi menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 18 pelaku UMKM yang beraktivitas di kawasan Rest Area KM 88. Beragam produk ditawarkan, mulai dari makanan dan minuman hingga kerajinan yang menjadi ciri khas masyarakat setempat.
Produk kuliner yang tersedia antara lain keripik, tape, serta berbagai makanan tradisional yang diolah langsung oleh warga Desa Sukajaya.
Sementara dari sektor kerajinan, terdapat wayang golek hasil karya masyarakat yang turut dipasarkan kepada para pengunjung.
“Di sana ada sekitar 18 UMKM yang menjual berbagai macam makanan dan minuman. Ada juga produk kerajinan seperti wayang golek yang dihasilkan warga Sukajaya, kemudian keripik, tape, serta makanan tradisional lainnya yang diolah oleh masyarakat kami,” katanya.
Keberadaan produk tersebut membuat Rest Area KM 88 memiliki fungsi yang lebih luas. Ia bukan hanya menjadi ruang transit bagi pengguna jalan, tetapi juga menjadi jendela yang memperkenalkan potensi ekonomi kreatif masyarakat desa kepada khalayak yang lebih luas.
Dari Rest Area, Ekonomi Desa Bergerak
Bagi pelaku UMKM, keberadaan lapak usaha di kawasan rest area memberikan akses langsung terhadap konsumen yang datang dari berbagai wilayah.
Setiap pengunjung yang singgah menjadi peluang bagi produk lokal untuk dikenal. Dengan demikian, aktivitas ekonomi yang berlangsung di Rest Area KM 88 turut menciptakan mata rantai ekonomi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat desa.
Produk yang dijajakan bukan sekadar barang dagangan. Di dalamnya terdapat kreativitas, keterampilan, dan identitas lokal yang dibawa keluar dari ruang desa menuju pasar yang lebih luas.
Rest Area KM 88 pun berkembang menjadi semacam etalase berjalan bagi produk Sukajaya—tempat masyarakat dapat memperkenalkan cita rasa dan karya mereka kepada para pelancong yang melintas di jalur strategis Tol Cipularang.
Toreh Prestasi Tingkat Nasional
Selain menjadi ruang pertumbuhan UMKM, Rest Area KM 88 juga disebut telah mencatat prestasi di tingkat nasional.
Yadi mengatakan, Rest Area KM 88 berhasil meraih predikat juara pertama dalam lomba rest area tingkat nasional. Keberadaan UMKM lokal menjadi salah satu aspek yang menurutnya turut mendukung pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, Rest Area KM 88 mendapat predikat juara satu tingkat nasional dalam lomba rest area Indonesia. Salah satu yang menjadi bagian penilaiannya adalah keberadaan UMKM. Tidak semua rest area memiliki UMKM seperti yang ada di KM 88,” ungkapnya.
Prestasi tersebut menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat Sukajaya. Sebab, di balik fungsi sebuah rest area sebagai tempat beristirahat, terdapat aktivitas pemberdayaan ekonomi yang memberi ruang bagi masyarakat lokal untuk tumbuh.
Ketika Perjalanan Bertemu Produk Lokal
Keberadaan UMKM di Rest Area KM 88 pada akhirnya menghadirkan wajah lain dari perjalanan di jalan tol.
Para pengguna jalan tidak hanya berhenti untuk mengisi energi sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Mereka juga dapat mengenal kuliner tradisional, mencicipi produk olahan masyarakat, hingga membawa pulang kerajinan khas daerah.
Di titik inilah Rest Area KM 88 menemukan identitasnya: sebuah ruang pertemuan antara mobilitas, kreativitas, dan ekonomi masyarakat.
Dari tangan warga Sukajaya, produk lokal menempuh perjalanan yang lebih jauh. Melintasi etalase rest area, menyapa para pelancong, dan membuka peluang agar karya masyarakat desa dikenal di luar wilayahnya.
Rest Area KM 88 bukan lagi sekadar tempat kendaraan berhenti. Ia menjadi salah satu panggung bagi UMKM Sukajaya untuk tumbuh, dikenal, dan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat.
Pewarta : Dens
Editor : Hermansyah









