KABUPATEN BOGOR penahukumnews.com— Pemerintah Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, mulai mempersiapkan pelaksanaan program Digital Desa sebagai bagian dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Akselerasi Pembangunan Perdesaan Tahun 2026. Persiapan tersebut dilakukan dengan memberikan edukasi awal kepada para ketua RT, RW, serta petugas yang nantinya bertugas melakukan pendataan di wilayah masing-masing.
Kepala Desa Cihideung Udik, H. Denny, mengatakan program Digital Desa merupakan salah satu bagian dari program besar Pemerintah Kabupaten Bogor. Selain Digital Desa, program tersebut juga mencakup Satu Sarjana Satu Desa (SASADES), Daya Pajajaran, serta pembangunan infrastruktur yang diarahkan untuk membuka akses baru antarrukun warga (RW) maupun antardesa.
“Hari ini kita memberikan edukasi baru buat RT, RW dan para petugas yang nantinya akan meng-input data di wilayah masing-masing. Harapannya, ketika data ini validasinya kuat, pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai muara data bisa mengakselerasikan program-program lanjutannya,” ujar H. Denny, Rabu (24/9/2026).
Menurutnya, data yang akurat nantinya menjadi dasar dalam menentukan program pembangunan yang menjadi skala prioritas. Melalui Digital Desa, pendataan dilakukan menggunakan aplikasi melalui telepon seluler masing-masing petugas dengan akun yang telah diberikan.
“Jadi tidak repot. Masing-masing petugas menggunakan handphone dan akun yang sudah diberikan. Untuk operasional juga sudah ada anggarannya, termasuk untuk menunjang tugas para petugas dalam melakukan penginputan data di lapangan,” jelasnya.
H. Denny menambahkan, kegiatan pada 23 September tersebut merupakan tahap awal sebelum dilaksanakannya pelatihan bagi para petugas. Pelatihan akan segera dilakukan dengan melibatkan petugas dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor untuk memberikan edukasi teknis.
Desa Cihideung Udik sendiri memiliki 48 RT dan 15 RW dengan jumlah penduduk sekitar 6.000 jiwa. Dengan cakupan wilayah tersebut, pendataan melalui Digital Desa diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih valid sekaligus membantu pemerintah melakukan pencocokan antara data terbaru dengan data sebelumnya.
“Ini sangat luar biasa. Terima kasih kepada Pak Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bogor. Program ini diharapkan bisa menyelaraskan data yang selama ini mungkin masih tumpang tindih, sehingga setelah divalidasi kita memiliki data yang akurat dan menjadi patokan ke depannya,” katanya.
Selain Digital Desa, H. Denny juga menjelaskan pelaksanaan program Daya Pajajaran yang dipusatkan di RW 9. Program tersebut menggabungkan kegiatan pemberdayaan masyarakat, kebersihan, serta konsep kampung ramah lingkungan dengan mengangkat kembali identitas budaya Sunda.
Menurutnya, Daya Pajajaran menjadi salah satu program yang menarik karena tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di wilayah desa, salah satunya bambu.
“Bambu yang ada di sekitar wilayah kita bisa dimanfaatkan dan masyarakat juga bisa diberdayakan, termasuk ibu-ibu. Para bapak atau warga laki-laki menebang bambu, sementara kaum perempuan ikut dalam proses mencuci bambu. Jadi ada rentetan kemanfaatan dan pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, konsep Daya Pajajaran nantinya juga akan menampilkan ornamen bernuansa kesundaan dengan berbagai ikon yang menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Sunda. Program tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan lingkungan.
H. Denny berharap masyarakat dapat mendukung proses pendataan Digital Desa dengan terbuka memberikan informasi kepada petugas. Ia menegaskan, data yang dikumpulkan akan menjadi salah satu modal utama pemerintah dalam menyusun program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat ke depan.
“Harapannya masyarakat lebih terbuka ketika ditemui para petugas. Data ini bukan untuk ke mana-mana, tetapi diperlukan untuk validasi dan menjadi modal utama dalam menentukan program-program ke depan,” pungkasnya.
Pewarta : Din2
Editor : Hermansyah









