Danrem 044/Gapo Perkuat Komando Lapangan, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Hadapi Karhutla Sumsel

 

 

Palembang penahukumnews.com— Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan memasuki fase yang menuntut koordinasi semakin presisi. Komitmen memperkuat sinergi antarlembaga mengemuka dalam Rapat Koordinasi Teknis Penanggulangan Karhutla Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat BPBD Provinsi Sumsel, Palembang, Selasa (18/9/2026). Dalam forum strategis tersebut, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., hadir bersama jajaran pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan penanganan di lapangan.

 

Rakor dipimpin langsung Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., dan dihadiri Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, S.E., M.M., serta unsur Forkopimda, TNI-Polri, BPBD, BMKG dan pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

 

Kehadiran lintas institusi tersebut menegaskan bahwa Karhutla bukan semata persoalan pemadaman, melainkan tantangan multidimensional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan, sumber daya dan respons lapangan secara terpadu.

Sejumlah aspek krusial menjadi pembahasan, mulai dari perkembangan penanganan Karhutla, dinamika cuaca dan sebaran titik panas, hingga kesiapan personel serta optimalisasi sarana dan prasarana.

 

Setiap informasi lapangan menjadi bagian penting dalam membangun respons yang cepat sekaligus terukur, sehingga langkah penanganan tidak berhenti pada reaksi ketika api telah membesar, tetapi diarahkan pada kemampuan membaca potensi ancaman sejak dini.

 

Gubernur Sumsel menegaskan sejumlah wilayah menjadi prioritas penanganan, antara lain Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, Musi Banyuasin, Banyuasin dan Ogan Ilir. Strategi yang disiapkan mencakup penguatan pencegahan dan deteksi dini, patroli darat dan udara, operasi modifikasi cuaca (OMC), water bombing hingga penegakan hukum. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pengendalian Karhutla membutuhkan kombinasi antara mitigasi, respons cepat, teknologi dan ketegasan terhadap pelanggaran.

READ  Kapolres Subang Laksanakan Program Rutilahu Sekaligus Peletakan Batu Pertama

 

Pada sisi lain, Kepala BNPB menekankan arti penting penguatan Satgas Darat sekaligus akurasi data dan laporan dari lapangan. Data yang disampaikan setiap unsur harus merepresentasikan kondisi faktual agar dapat menjadi pijakan dalam menentukan prioritas operasi maupun menyalurkan dukungan secara tepat. Dalam situasi kebakaran yang bergerak dinamis, ketepatan informasi menjadi salah satu instrumen strategis yang menentukan kecepatan dan efektivitas respons.

 

Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni turut menyoroti perlunya pola penanganan yang semakin terorganisir dan terintegrasi. Konsolidasi data dari seluruh unsur dinilai penting agar kebutuhan personel, peralatan dan dukungan operasional dapat dipetakan secara proporsional. Dengan demikian, sumber daya yang tersedia dapat diarahkan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan, bukan semata berdasarkan perkiraan atau laporan yang tidak terkonsolidasi.

 

Bagi jajaran Korem 044/Gapo, forum tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat kesamaan persepsi dan kesinambungan koordinasi dalam pelaksanaan tugas. Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, BMKG serta seluruh unsur terkait menjadi fondasi dalam memastikan setiap perkembangan dapat direspons secara cepat dan terukur. Kehadiran Danrem 044/Gapo juga mencerminkan kesiapan unsur kewilayahan untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam mengendalikan ancaman Karhutla di Sumatera Selatan.

 

Lebih dari sekadar agenda koordinasi, rakor tersebut menempatkan pencegahan sebagai garis depan dalam menghadapi ancaman Karhutla. Patroli, deteksi dini, validasi informasi, kesiapan personel dan dukungan teknologi menjadi mata rantai yang harus berjalan dalam satu sistem. Ketika seluruh unsur mampu bergerak dalam kerangka komando dan informasi yang selaras, potensi kebakaran dapat dihadapi dengan respons yang lebih terukur serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.

 

Melalui penguatan koordinasi lintas sektor tersebut, penanganan Karhutla Sumatera Selatan diarahkan untuk semakin adaptif, cepat dan berbasis kondisi faktual di lapangan. Sinergi yang dibangun bukan hanya untuk merespons api, tetapi juga memastikan setiap potensi ancaman dapat dikenali, dicegah dan ditangani sedini mungkin. Di tengah tantangan Karhutla yang kompleks, soliditas antarunsur menjadi modal strategis untuk menjaga wilayah Sumatera Selatan tetap aman sekaligus melindungi lingkungan dan kepentingan masyarakat.

READ  Gudang di Kalideres Diduga Jadi Tempat Pengemasan Oli Palsu Merek Ternama, Awak Media Berencana Lapor ke Polda Metro Jaya

 

Pewarta : M.Mahdi (Ben)

Editor    : Hermansyah

banner 728x90 banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *