penahukumnews.com -Di tengah derasnya zaman modern, nama KH. A Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom Suryalaya) tetap bersinar sebagai sosok ulama sufi besar dari tanah Sunda yang mewariskan Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN) hingga dikenal ke seluruh Nusantara.
Beliau bukan hanya mursyid, tetapi juga penggerak pendidikan, sosial, dan pembinaan umat melalui Pondok Pesantren Suryalaya yang melegenda.
SILSILAH NASAB & GURU ABAH ANOM:
Abah Anom adalah putra dari:
KH. Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad (Abah Sepuh)
(Perintis dan pendiri Pondok Pesantren Suryalaya)
Dari jalur keilmuan dan tarekat:
– Abah Anom belajar fiqih, nahwu, shorof di berbagai pesantren Cianjur dan Sukabumi
– Berguru kepada ulama-ulama besar seperti Ajengan Syatibi (Cianjur)
– Mendalami tasawuf dan tarekat hingga akhirnya menjadi Mursyid TQN Suryalaya
Secara nasab keluarga:
– Abah Anom adalah keturunan langsung dari keluarga pendiri Suryalaya, yakni garis KH. Abdullah Mubarok (Abah Sepuh) yang merupakan figur utama pesantren tersebut
Secara sejarah kehidupan:
– Lahir 1 Januari 1915 di Suryalaya, Tasikmalaya
– Wafat 5 September 2011 dan dimakamkan di kompleks Suryalaya
Catatan penting manaqib:
Abah Anom dikenal sebagai sosok yang mengembangkan TQN Suryalaya hingga menjadi pusat pendidikan, rehabilitasi moral, dan spiritual yang berpengaruh luas di Indonesia.
Beliau bukan hanya tokoh tarekat, tetapi juga “jembatan spiritual” antara ilmu syariat, tarekat, dan pengabdian sosial umat.
“Ilmu tanpa amal akan mati, amal tanpa ilmu akan tersesat, dan keduanya harus dibimbing oleh cahaya mursyid.”
Editor : Hermansyah







