Melawan Sejak Berpikir — Membuka Era “Investasi Leher ke Atas” Bersama LSM Trinusa

Serang.banten,penahukumnews.com(Anggota Dewan Pimpinan Nasional / DPN LSM Triga Nusantara Indonesia)
Peradaban manusia tidak pernah diubah oleh otot, melainkan oleh gagasan.
Ketika Islam pertama kali diturunkan di Gua Hira, perintah pertama yang mengguncang dunia bukanlah perintah untuk angkat senjata atau membangun institusi politik. Perintah itu berbunyi sangat tegas: Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq — Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.
Iqra’ adalah sebuah proklamasi intelektual skala kosmik. Melalui ayat ini, Islam mengajak manusia keluar dari gua kebodohan (jahiliyah) menuju terang benderangnya akal sehat.
Agama ini sejak awal tidak menuntut iman yang buta, melainkan iman yang lahir dari proses berpikir, merenung, dan menganalisis. Manusia terus ditantang melalui pertanyaan retoris dalam kitab suci: Afala ta’qilun (apakah kamu tidak berpikir?) dan Afala tatafakkarun (apakah kamu tidak merenung?).
Tragedi “Leher ke Bawah”
Namun, mari kita tengok realitas sosial hari ini. Banyak manusia terjebak dalam hiruk-pikuk kehidupan yang sangat superfisial dan dangkal.
Kita menghabiskan waktu, energi, dan materi demi “investasi leher ke bawah”—mulai dari urusan isi perut, pakaian, status sosial, hingga syahwat duniawi. Kita sibuk mempercantik bungkus luar, namun membiarkan sistem operasi di dalam kepala kita kosong melongpong.
Padahal, investasi terbesar dalam hidup seorang manusia seutuhnya adalah dari leher ke atas.
Bagian kepala hingga leher adalah rumah bagi rasio, logika, nurani, dan daya kritis (critical thinking). Ketika sebuah komunitas berhenti berinvestasi pada isi kepala mereka, maka mereka sedang mengantre giliran untuk dijajah oleh kebodohan dan dimanipulasi oleh keadaan.
Momentum 4 Muharram LSM Trinusa
Di tengah situasi karut-marut inilah, momentum Hari Lahir LSM Trinusa tanggal 4 Muharram hadir bukan sekadar sebagai perayaan seremonial tahunan bagi kita semua. Momen ini adalah sebuah panggilan teologis dan filosofis yang mendalam bagi seluruh keluarga besar Trinusa.
Sebagai bagian dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN), saya memanggil seluruh kader, baik di tingkat DPD maupun DPC, untuk memperketat tali silaturahmi. Namun ingat, silaturahmi di sini bukan sekadar kumpul-kumpul atau sekadar minum kopi bersama tanpa arah.
Trinusa menawarkan cetak biru gerakan yang jauh lebih radikal: Menjadikan silaturahmi sebagai laboratorium Critical Thinking (Berpikir Kritis).
Hari ini, masyarakat di sekitar kita sedang dikepung oleh logical fallacy atau sesat pikir. Kita melihat maraknya adu domba, argumen ad hominem yang menyerang pribadi bukan substansi, hingga manipulasi informasi demi membodohi rakyat kecil.
Jika LSM hanya bergerak menggunakan otot, gerakan kita akan sangat mudah dipatahkan. Kita harus memimpin perubahan dengan satu prinsip: Melawan Sejak Berpikir.
Manifesto Gerakan DPD dan DPC
Melalui momentum 4 Muharram ini, LSM Trinusa harus bertransformasi menjadi benteng intelektual bagi masyarakat sekitar. Tugas setiap pengurus dan kader di tingkat DPD dan DPC kini dirumuskan dalam tiga langkah nyata.
Pertama, Mengedukasi Bukan Memprovokasi. Kader Trinusa harus menjadi penjernih informasi di tengah hiruk-pikuk berita palsu yang membingungkan masyarakat bawah.
Kedua, Membedah Sesat Pikir. Kita harus berani menantang setiap kebijakan publik yang timpang dengan argumen yang rasional dan berbasis data lapangan, bukan sekadar teriakan kosong tanpa isi.
Ketiga, Silaturahmi Berbasis Solusi. Kita wajib menjadikan ruang perjumpaan sesama warga di tingkat daerah sebagai tempat diskusi yang menumbuhkan kesadaran kritis, agar masyarakat tidak mudah ditipu oleh janji-janji manis para oportunis.
Menjadi kritis adalah bentuk tertinggi dari rasa syukur kita atas anugerah akal yang dititipkan Tuhan sejak ayat Iqra’ pertama kali menggetarkan bumi.
Bersama LSM Trinusa, mari kita ubah arah kompas perjuangan. Selamat Hari Lahir LSM Trinusa, 4 Muharram. Mari kita kokohkan barisan, pererat silaturahmi dari pusat hingga ke daerah, dan isi penuh kepala kita. Karena perlawanan sejati, selalu dimulai sejak kita berani berpikir!

READ  HARLAH KE-4 LSM TRIGA NUSANTARA INDONESIA DPD PROVINSI BANTEN: MEMPERKUAT SOLIDITAS DAN KOMITMEN PENGABDIAN UNTUK MASYARAKAT

Red : hidayat

banner 728x90 banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *