SUBANG penahukumnews.com— Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Nagrak, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, semakin menghangat dan menarik perhatian publik. Salah satu figur yang paling diperhitungkan dalam kontestasi kali ini adalah Bapak Ms. Saepudin, S.Kom., yang akrab disapa sehari-hari dengan panggilan “Ae”.
Maju dengan Nomor Urut 2, pria yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang komputer ini bukanlah wajah baru di pemerintahan desa. Ia tercatat pernah mendedikasikan dirinya menjabat sebagai Kepala Dusun (Kadus) selama satu periode di Desa Nagrak. Pengalaman birokrasi di tingkat dusun ini menjadi modal berharga baginya untuk memahami langsung denyut nadi serta kebutuhan riil masyarakat desa.
Pilkades Damai: Menjadikan Rival Sebagai Sahabat
Ada yang menarik dari pandangan politik Bapak Ms. Saepudin. Di tengah suasana kompetisi yang ketat, ia melihat antusiasme warga dan para calon kepala desa sangat luar biasa positif. Ia berharap Pilkades Desa Nagrak tidak hanya berjalan demokratis dan sehat, tetapi juga mampu mempererat tali persaudaraan.
”Bagi saya, para calon kepala desa lainnya bukanlah pesaing atau lawan politik, melainkan sahabat seperjuangan,” ujar Ms. Saepudin penuh kehangatan.
Ia berharap Desa Nagrak bisa menjadi teladan bagi daerah lain sebagai contoh pelaksanaan Pilkades yang aman, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.
Visi 3 Pilar Utama: Memelihara, Melanjutkan, dan Menciptakan
Sebagai calon kepala desa, Ms. Saepudin mengusung visi yang komprehensif namun ringkas dan padat, yang dikenal melalui 3 Pilar Utama, yaitu:
Memelihara apa yang sudah baik dan menjadi aset desa.
Melanjutkan program-program pembangunan yang telah berjalan.
Menciptakan inovasi dan hal-hal baru yang belum ada sebelumnya demi kemajuan desa.
Cakupan visi ini sangat luas, mulai dari sektor pembangunan infrastruktur, pelestarian budaya lokal, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Aspirasi dan Komitmen untuk Warga
Ketika disinggung mengenai target utamanya jika terpilih nanti, Ms. Saepudin menegaskan bahwa dirinya tidak ingin muluk-muluk menetapkan target pribadi. Baginya, skala prioritas utama adalah kebutuhan masyarakat.
”Percuma kita memiliki target yang muluk-muluk jika tidak membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Saya ingin fokus membaca kepentingan dan kebutuhan warga sekitar,” tegasnya.
Menjelang hari pencoblosan, ia menyampaikan harapan besar agar situasi kondusif, aman, tertib, dan nyaman di Desa Nagrak dapat terus terjaga—tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga untuk seluruh rekan-rekan calon lainnya hingga hari-H pemilihan usai.
Dengan pengalaman, visi yang jelas, serta semangat pengabdian yang tulus “Ngabdi ka lemah cai, babakti ka desa kalahiran”, Ms. Saepudin, S.Kom. siap mewujudkan Desa Nagrak yang lebih maju dan harmonis. (Red)
Editor : Hermansyah









