*PURWAKARTA, penahukumnews.com* – Jalur maut Jalan Provinsi di Kp. Citiis, Desa Pasirjambu, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta kembali memakan korban. Kali ini kecelakaan adu banteng melibatkan mobil Honda WR-V dengan sebuah truk pakan ternak milik perusahaan JAPFA.
Kejadian tersebut terjadi pada sore hari tadi. Dari dua foto bukti yang diterima redaksi, terlihat jelas identitas kendaraan yang terlibat.
Mobil Honda WR-V RS warna putih dengan Nomor Polisi *T 1788 CC* terlihat ringsek parah di bagian depan. Kap mesin menganga, bumper depan hancur, dan posisi mobil terperosok ke bahu jalan. Dari foto belakang, terlihat jelas nopol T 1788 CC masih menempel di bodi belakang mobil.

Lawan tabrakannya adalah truk besar bermuatan pakan ternak dengan terpal biru kuning milik JAPFA. Truk tersebut juga mengalami kerusakan di bagian depan akibat benturan keras.
Informasi dari warga di TKP Kp. Citiis, kecelakaan bermula saat Honda WR-V T 1788 CC melaju dari arah purwakarta menuju cianjur di tikungan Citiis yang terkenal menikung tajam dan menurun. Diduga hilang kendali dan mengambil jalur terlalu ke kanan, sehingga bertabrakan dengan truk JAPFA yang datang dari arah berlawanan.
Beruntung dalam peristiwa ini *tidak ada korban jiwa*. Kedua sopir dilaporkan selamat, hanya mengalami luka ringan dan shock. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah karena kedua kendaraan sama-sama ringsek di bagian depan.

Di lokasi kejadian, tampak beberapa anggota Kepolisian dari Polsek Maniis dan mobil patroli sudah berada di TKP untuk melakukan olah TKP dan mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat.
Warga Kp. Citiis kembali mengingatkan bahwa titik Citiis ini sudah menjadi langganan laka lantas. Warga meminta Pemprov Jabar segera memasang rambu peringatan, cermin cembung di tikungan, dan marka jalan yang lebih jelas.
“Kami sudah bosan, sering terjadinya ada yang laka di sini. Tadi mobil WR-V sama truk JAPFA. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, cuma mobil dua-duanya ringsek,” ujar warga di lokasi.
Pewarta : Dens Kabiro Purwakarta
Editor : Hermansyah









