DRAMAGA, BOGOR penahukumnews.com– Pemerintah Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk penyusunan rencana pembangunan tahun anggaran 2027, Senin (28/9/2026), di Kantor Desa Neglasari.
Kepala Desa Neglasari, Yayan Mulyana, mengatakan, usulan masyarakat dalam Musrenbangdes 2027 masih didominasi kebutuhan pembangunan infrastruktur yang mencapai sekitar 60 persen. Selain pembangunan fisik, masyarakat juga menyampaikan usulan peningkatan kapasitas pengurus kewilayahan, khususnya RT dan RW.
Menurut Yayan, pengurus RT dan RW juga mengusulkan dukungan sarana elektronik untuk menunjang pelayanan dan administrasi kewilayahan. Di antaranya berupa laptop maupun telepon seluler yang nantinya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran desa.
“Di Desa Neglasari ada 27 RT dan 6 RW. Usulan tersebut nantinya kami inventarisasi dan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia, termasuk untuk mendukung digitalisasi desa,” ujar Yayan.
Selain pembangunan dan digitalisasi, persoalan kemacetan juga menjadi salah satu aspirasi masyarakat. Warga mengusulkan adanya pengaturan lalu lintas melalui peraturan desa (Perdes) satu arah di Jalan Kebagasik yang menjadi salah satu jalur penghubung antarkecamatan.
Usulan tersebut diharapkan dapat mengurai kepadatan kendaraan yang kerap terjadi, terutama pada pagi dan sore hari. Salah satu skema yang diusulkan yakni arus menuju kawasan kota atau Bogor dan kecamatan tertentu diarahkan melalui Jalan Kebagasik, sementara arus menuju Cihideung dapat menggunakan jalur alternatif melalui Gang Masjid.
Sementara itu, untuk program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Akselerasi Pembangunan Perdesaan tahun anggaran 2026, Desa Neglasari telah mengalokasikan sejumlah kegiatan pembangunan infrastruktur.
Di antaranya pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di RT 02/RW 05 yang berfungsi menopang jalan penghubung menuju RW 06, serta betonisasi jalan di RW 03 yang mengarah ke sekolah dan Tempat Pemakaman Umum (TPU).
Selain itu, terdapat pekerjaan hotmix yang tersebar di RW 01, RW 02, dan RW 03, serta kegiatan rekonstruksi Kantor Desa Neglasari.
Untuk program Dayeuh Pajajaran, pembangunan berlokasi di RT 01/RW 01 yang terhubung menuju RT 04/RW 01. Pekerjaan tersebut telah mulai dilaksanakan dan melibatkan masyarakat setempat serta tenaga ahli.
Yayan menegaskan, seluruh program pembangunan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan konektivitas antarwilayah di Desa Neglasari.
“Harapannya seluruh usulan yang masuk dapat kami prioritaskan sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran desa, sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi warga,” pungkasnya.
Pewarta : DIN2
Editor : Hermansyah









