KABUPATEN BOGOR penahukumnews. com– Pemerintah Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, memanfaatkan bantuan keuangan khusus akselerasi pembangunan perdesaan dari APBD Kabupaten Bogor tahap pertama untuk sejumlah program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Kepala Desa Purwasari M Yusuf Mustopa S.IP.
menyampaikan Sejumlah kegiatan yang direncanakan meliputi betonisasi jalan desa sebagai lanjutan pembangunan di Jalan Ratu, serta betonisasi pelengkap di kawasan Daya Pajajaran. Selain pembangunan infrastruktur, anggaran tersebut juga diarahkan untuk program Satu Desa, Satu Sarjana, digitalisasi desa, bantuan bagi pelaku UMKM, serta pembinaan kepemudaan.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pembinaan kepemudaan melalui rencana pendirian Balai Latihan Kerja (BLK) di desa. Program tersebut mencakup pengadaan mesin jahit dan mesin obras serta tenaga pengajar untuk memberikan keterampilan praktis kepada para pemuda.
Pemerintah desa berharap keberadaan BLK dapat menjadi sarana peningkatan keterampilan sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi pemuda untuk memasuki dunia kerja.
“Harapannya para pemuda bisa memiliki skill. Selain memiliki skill, kita pun sudah berkomunikasi dan menjadikan sebuah komitmen dengan salah satu PT, sehingga nanti bisa langsung disalurkan ke dunia kerja,” demikian disampaikan dalam keterangan kegiatan (15/9/2026).
Program Satu Desa, Satu Sarjana
Selain pelatihan kerja, Desa Purwasari juga menjalankan program Satu Desa, Satu Sarjana sesuai petunjuk teknis yang berlaku. Program tersebut menyasar satu orang dari unsur masyarakat dan tiga orang dari perangkat desa.
Untuk menentukan penerima dari unsur masyarakat, pemerintah desa mempertimbangkan sejumlah aspek, di antaranya kondisi calon penerima, motivasi, minat, intelektualitas, serta kesungguhan dalam menjalani pendidikan.
Hal tersebut dinilai penting karena penerima program diharapkan tidak hanya memperoleh kesempatan pendidikan, tetapi juga nantinya dapat memberikan manfaat bagi desa.
“Karena untuk sasaran desa ini kan menjadi aset desa, aset kabupaten. Sehingga memang dari sisi intelektualitasnya, minatnya, kesungguhannya, itu harus kita data benar-benar,” ujarnya.
Pengelolaan Sampah Perlu Disesuaikan Kondisi Desa
Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan harapan agar program pengelolaan sampah ke depan dapat diberikan ruang yang lebih fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing desa.
Pasalnya, kondisi desa di Kabupaten Bogor tidak seluruhnya sama. Ada desa yang sudah memiliki sistem pengelolaan sampah, sementara desa lainnya masih dalam tahap awal. Begitu pula dengan ketersediaan lahan yang berbeda-beda di setiap wilayah.
Karena itu, pengelolaan sampah dinilai perlu mempertimbangkan karakteristik dan kemampuan masing-masing desa, tanpa mengabaikan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Berbagai program tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan perekonomian masyarakat desa, sejalan dengan cita-cita mewujudkan Bogor Istimewa dan Gemilang.
Pewarta : MIL/DIN2
Editor : Hermansyah









