BLAST MENJADI BEST

Jabar penahukumnews.com- Kemajuan sebuah negara ditentukan beberapa faktor. Pendidikan, kesehatan dan ekonomi menjadi faktor pendorong tumbuh dan berkembangnya sebuah negara atau sering disebut Human Development Indeks. Dalam bahasa Indonesia, biasa disebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Untuk menghasilkan generasi unggul dibutuhkan pendidikan sebagai proses dimulainya produksi manusia yang paripurna. Salah satunya ditentukan oleh taraf pendidikan warganya. Jika pendidikan suatu daerah baik, maka kesehatan dan ekonomi suatu negara cenderung memiliki perkembangan yang baik pula. Sebaliknya jika pendidikan di suatu negara buruk, maka kesehatan dan ekonomi suatu negara perkembangannya cenderung menurun.

Populasi Indonesia menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada pertengahan tahun 2026 berjumlah 287.198.383 jiwa.

 

Hasil SUPAS Tahun 2025 (BPS) dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,09 %, komposisi Gen Z (kelahiran 1997-2012) berjumlah 24,93 % dan Milenial (kelahiran 1981-1996) berjumlah 24,34%.u

 

Data tersebut menggambarkan bahwa 49,27 persen penduduk Indonesia adalah manusia produktif. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang sangat besar bagi negara Indonesia yang notabene negara kepulauan, yang tempatnya berjauhan satu sama lain.

Kita sebagai manusia dewasa dituntut untuk proaktif dalam memperhatikan nasib dan masa depan anak bangsa ini. 19 tahun lagi, Indonesia akan genap 100 tahun Indonesia Merdeka. Diharapkan, saat itu bermunculan Generasi emas Indonesia Pemimpin Negeri. Satu abad kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ujian penting bagi maju mundurnya negara yang seharusnya terbebas dari belenggu penjajahan.

Kita seharusnya menciptakan generasi BEST yag mampu meneruskan estafet amanat Indonesia pada tahun 2045. Jika mereka berkualitas, akan berdampak baik kepada penduduk Indonesia usia produktif, karena bangsa yang produktif menjadi masa keemasan Indonesia.

Keinginan tersebut bukan tanpa hambatan dan tantangan. Realita yang muncul saat ini adalah kondisi penduduk Indonesia cukup mengkhawatirkan. Berikut ini adalah kondisi yang terjadi saat ini diantaranya : Berdasarkan data dari ICT Watch terdapat klasifikasi resiko anak dari pengaruh negatif internet salah satunya adalah mudahnya akses informasi membuat internet membuat tanpa sengaja menyaksikan konten pornografi secara berulang. Selain itu, menurut laporan dari National Center For Missing and Children Tahun 2024, ada sebanyak 5.566.015 konten kasus pornografi anak di Indonesia selama kurun 4 tahun.

READ  Korlap Media Pena Hukum Berikan Pembekalan Kepada Wartawan Lapangan dan Para Kabiro

Mereka adalah anak-anak kita di era digital yang menghadapi realita dunia modern. Penyebabnya dimungkinkan adalah Pergeseran nilai komunikasi orang tua kurang, kurang waktu keluarga, beban kurikulum di sekolah yang maha berat, kecanduan gadget, konten tanpa filter Pornografi, tekanan teman sebaya, dan bullying kekerasan.

Ketidakmampuan anak menghadapi era digital menjadikan ia mengalami BLAST. Jika kita uraikan kata BLAST yaitu (1) Bored, Bosan dengan rutinitas sehari-hari dan rutinitas sekolah. (2) Lonely, Kesepian karena anak tidak dekat denmgan orang tuanya baik secara kuantitas maupun kualitas. (3) Angry, marah karena situasi, berakar dari ketidakpuasan. (4) Affraid, Takut bercerita kepada orang tuanya, takut atas tekanan teman sebaya. (5) Stress, tertekan karena situasi. (6) Tired, Lelah akibat akumulasi dari semua permasalahan.

Penyebab generasi BLAST diawali dengan kualitas pendampingan orang tua terbatas, Peran sekolah belum optimal, pengaruh negatif informasi dan komunikasi, disorientasi tujuan hidup anak, pudarnya nilai-nilai religius dan budaya dan rapuhnya kepribadian anak.

Kita benar-benar harus bersatu untuk menyelamatkan anak bangsa. Satu aksi, pola asuh yang baik, bisa menyelamatkan anak dari BLAST menjadi BEST. Uraian kata BEST, yaitu : (1) Behave/berperilaku baik. (2). Emphatic/Empati, bisa memposisikan diri pada kondisi orang lain. (3). Smart/cerdas, mengoptimalkan potensi yang dimiliki. (4). Tough/Tangguh, anak yang tangguh dan teguh memegang prinsip.

Mengubah generasi BLAST menjadi BEST merupakan salah satu usaha yang sebaiknya dilaksanakan dari pendidikan keluarga, pendidikan formal dan pendidikan informal. Marilah kita ciptakan generasi BEST yang mampu meneruskan amanat Indonesia pada tahun 2045. Ayo kita bersama-sama menjadi Hero bagi setiap anak Indonesia. Salam Pendidikan.

 

Sumber : R. HISTATO D. KOBASAH

(Wakil Sekretaris II PGRI Jawa Barat)

READ  Korlap Pena Hukum Tegaskan Disiplin Liputan: Wartawan Wajib Koordinasi, Fakta Berita Harus Teruji

Editor  : Hermansyah

banner 728x90 banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *