Red penahukumnews.com-Indramayu adalah kabupaten yang terletak di pesisir utara (Pantura) Provinsi Jawa Barat, di wilayah delta Sungai Cimanuk, berbatasan dengan Kabupaten Subang di barat, Kabupaten Majalengka dan Cirebon di timur, serta Kabupaten Sumedang di selatan.
Hamparan sawahnya yang tak berujung dan kebun mangganya yang wangi menjadikannya salah satu tanah paling produktif di Indonesia.
Indramayu dikenal dengan beberapa julukan ikonik: Kota Mangga, karena menjadi penghasil mangga terbesar di Jawa Barat dan nomor tiga nasional, dengan produksi lebih dari 1,2 juta kuintal; Lumbung Padi Nasional – karena konsisten menjadi produsen padi terbesar di Jawa Barat dan penyumbang jutaan ton beras bagi negeri; Bumi Wiralodra – menghormati sang pendiri yang namanya menjadi jiwa tanah ini;
Karakteristik unik Indramayu terletak pada perpaduan babad alas delta yang lahir dari wangsit, pesan kecantikan yang menjadi nama, dan tanah yang memberi makan jutaan jiwa.
Secara populer, kelahiran Indramayu adalah kisah perjalanan seorang pemuda dari Bagelen dan seorang perempuan yang kecantikannya menjadi nama.
Konon, di Banyu Urip, Bagelen (Jawa Tengah), hiduplah Tumenggung Gagak Singalodra yang putranya, Raden Bagus Aria Wiralodra, sejak muda menekuni ilmu kanuragan.
Melalui petunjuk gaib, Wiralodra diperintahkan membabat hutan di lembah Kali Cimanuk, dan ia pun berangkat ditemani setia oleh Ki Tinggil. Pada 7 Oktober 1527, berdirilah pedukuhan di lembah Cimanuk itu — cikal bakal Indramayu.
Dalam Legenda Babad Alas Kali Cimanuk (Babad Dermayu), penamaan Indramayu merupakan pesan dari Nyi Endang Darma Ayu.
Ia adalah istri Raden Arya Wiralodra yang kecantikannya termasyhur dan dianggap berjasa dalam pembangunan negeri. Dari namanya — Darma dan Ayu — tanah ini akhirnya disebut Indramayu.
Nama “Indramayu” memiliki pendekatan etimologis yang romantis dan historis:
1. Teori “Darma + Ayu” (Nama dan Kecantikan)
Nama Indramayu berasal dari gabungan kata “Dharma” (dari Nyi Endang Darma) dan “Ayu” (kecantikan) — menghormati sang pendamping pendiri negeri.
2. Teori Pesan Nyi Endang Darma
Versi babad menekankan bahwa nama ini bukan sekadar penghormatan, melainkan pesan/wasiat Nyi Endang Darma Ayu ketika babad alas berlangsung — pesan yang menjelma menjadi nama tanah.
3. Lapisan Pelabuhan Cimanuk
Sebelum nama Indramayu mapan, wilayah ini dikenal sebagai Pelabuhan Cimanuk yang memiliki sejarah kaya sebagai simpul maritim pesisir utara — lapisan identitas tertua tanah delta ini.
Fakta Historis (Dari Pedukuhan 1527 hingga Lumbung Negeri)
1. Era Babad Alas: 7 Oktober 1527
Titik awal sejarah Indramayu adalah berdirinya pedukuhan di lembah Cimanuk pada 7 Oktober 1527 oleh Raden Aria Wiralodra — putra Tumenggung Gagak Singalodra dari Bagelen. Sejak tanggal itu hingga kini, puluhan bupati telah memimpin negeri ini.
2. Sumber Primer: Babad Dermayu dan Makam Wiralodra
Sumber primer terpenting wilayah ini adalah Babad Dermayu / Serat Babad Dermayu (SBD), naskah kuno yang menonjolkan peranan Wiralodra dan Nyi Endang Darma — termasuk gubahan Ki Tarka Sutarahardja. Bersanding dengannya, Situs Makam Arya Wiralodra menjadi sumber primer ziarah: setiap hari jadi, sejarah singkat asal-usul Indramayu dibacakan di hadapan makam sang pendiri.
3. Hari Jadi Kabupaten Indramayu: 7 Oktober 1527 M
Data Sejarah:
– Tanggal: 7 Oktober 1527 Masehi.
– Peristiwa: Berdirinya pedukuhan babad alas Wiralodra di lembah Cimanuk.
– Perayaan Modern: Pada Oktober 2025 Indramayu merayakan Hari Jadi ke-498; pada tahun 2026 ini genap Hari Jadi ke-499 — menuju lima abad tanah Wiralodra.
Jadi, nama Indramayu memiliki akar etimologis yang lahir dari cinta dan pesan: dari Darma + Ayu — nama dan kecantikan Nyi Endang Darma Ayu — hingga wasiatnya dalam Babad Alas Kali Cimanuk, di atas tanah yang dahulu dikenal sebagai Pelabuhan Cimanuk.
Secara historis, Indramayu memiliki lapisan peradaban yang terdokumentasi melalui babad dan ziarah:
1. Era Pelabuhan Cimanuk – Simpul maritim tua pesisir utara.
2. Era Babad Alas (1527) – Raden Aria Wiralodra dan Ki Tinggil mendirikan pedukuhan pada 7 Oktober 1527.
3. Era Babad Dermayu – Naskah Ki Tarka Sutarahardja dan ziarah Makam Wiralodra yang menjaga memori.
4. Era Modern – Lumbung Padi Nasional dan Kota Mangga terbesar di Jawa Barat.
Babad Dermayu, Situs Makam Arya Wiralodra, dan delta Cimanuk menjadi sumber primer tak tergantikan: babad merekam wangsit dan pesan, makam merekam bakti sang pendiri, dan delta merekam kerja jutaan petani — semuanya menyatu dalam tanah yang memberi makan negeri.
Kini Indramayu membuktikan “ramalan kemakmuran” dalam babad: ia tercatat sebagai salah satu lumbung padi nasional dan penyumbang produksi perikanan utama Jawa Barat. Mangga arumanis dan gedong dari tanah delta ini mengharumkan nama Indramayu sebagai Kota Mangga.
Sumber Rujukan Primer:
1. Babad Dermayu / Serat Babad Dermayu (termasuk gubahan Ki Tarka Sutarahardja) – Naskah utama kisah Wiralodra dan Nyi Endang Darma Ayu.
2. Situs Makam Arya Wiralodra – Tempat ziarah dan pembacaan sejarah asal-usul setiap hari jadi.
3. Catatan Pelabuhan Cimanuk – Jejak maritim tertua wilayah delta.
4. Penetapan Hari Jadi 7 Oktober 1527 – Tonggak babad alas pedukuhan Cimanuk.
Sumber : #sejarahkota #asalusul #indramayu
Editor : Hermansyah









