Sepi Pembeli, Pedagang Mi Ayam di Pondok Kelapa Mengeluh Omzet Anjlok

 

Jakarta Timur penahukumnews.com-06 Oktober 2026 Suasana sore di Jalan Raya Pondok Kelapa, Jakarta Timur, terlihat ramai oleh kendaraan yang melintas. Namun, di balik ramainya jalanan, seorang pedagang mi ayam mengaku justru tengah dilanda sepinya pembeli.

 

Pak yanto (48), pedagang mi ayam yang telah berjualan di kawasan tersebut selama lebih dari delapan tahun, mengeluhkan kondisi dagangannya yang kini jauh menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

 

“Biasanya dari sore sampai malam bisa habis dua sampai lima kilo Sekarang satu kilo saja belum tentu habis, kadang masih sisa banyak,” ujar yanto saat ditemui oleh wartawan penahukum nusw com di lapak dagangannya, 6/10).

 

Menurut yanto, sepinya pengunjung mulai dirasakannya sejak beberapa bulan terakhir. Ia menduga hal ini disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat serta bertambahnya pesaing kuliner di sekitar lokasi.

 

“Banyak yang jualan sekarang, ada yang lebih murah juga. Belum lagi orang sekarang lebih milih pesan lewat aplikasi, jadi yang datang langsung ke sini makin sedikit,” keluhnya.

 

Yanto mengaku omzet hariannya kini hanya berkisar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu, turun hampir setengah dari pendapatan normalnya yang bisa mencapai Rp700 ribu per hari. Padahal, ia harus menanggung biaya sewa lapak, bahan baku, dan kebutuhan keluarga.

 

“Kalau begini terus, saya bingung. Mau naikin harga takut makin sepi, tapi kalau tetap begini juga nggak cukup,” kata yanto sambil mengaduk kuah mi ayamnya.

 

Sejumlah pedagang lain di sekitar lokasi mengaku merasakan hal serupa. Mereka berharap ada perhatian dari pemerintah, misalnya berupa bantuan modal atau program yang dapat menarik kembali pembeli ke kawasan tersebut.

READ  Rembug Warga di Kutawaringin: Bupati Wahyu Ferdian Bawa Pelayanan Publik Lebih Dekat ke Masyarakat

 

Meski begitu, Slamet mengaku belum menyerah. Ia tetap berjualan setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB dengan harapan keadaan segera membaik.

 

“Yang penting tetap jualan, siapa tahu rezeki datang dari arah yang nggak disangka-sangka,” pungkasnya.

 

Pewarta :  ( Biro jakarta Budiman)

Editor    : Hermansyah

banner 728x90 banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *