CIANJUR penahukumnews.com— Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathlaul Anwar di Cianjur membutuhkan tambahan ruang kelas baru (RKB). Sekolah yang telah berdiri cukup lama tersebut kini menghadapi keterbatasan sarana ruang belajar seiring meningkatnya jumlah peserta didik setiap tahun.
MI Mathlaul Anwar tercatat memiliki sebanyak 145 siswa dengan didukung delapan orang tenaga pengajar. Tingginya antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di madrasah tersebut membuat jumlah peserta didik terus bertambah dari tahun ke tahun.
Pihak sekolah selama ini terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari sisi metode pembelajaran maupun sarana dan prasarana. Upaya tersebut dilakukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan kondusif bagi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Namun, keterbatasan ruang kelas menjadi salah satu kendala yang saat ini dihadapi. Sejumlah ruang belajar terpaksa disekat untuk menyesuaikan dengan jumlah siswa yang ada.
Kepala MI Mathlaul Anwar, Muhamad Yusup Mubarok, S.Pd.I, saat diwawancarai pada Senin (5/10/2026), membenarkan kondisi tersebut.
“Betul, sekolah kami sangat memprihatinkan. Kami prihatin melihat anak-anak harus belajar dalam kondisi berdesakan karena keterbatasan ruang kelas,” ujar Muhamad Yusup.
Menurutnya, kebutuhan ruang kelas baru saat ini sangat mendesak agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih nyaman dan optimal.

“Kami memohon kepada pemerintah setempat maupun pemerintah pusat agar dapat memberikan bantuan untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB). Mudah-mudahan dengan adanya bantuan tersebut, kami merasa lebih lega dan kekhawatiran dalam proses belajar mengajar dapat teratasi,” pungkasnya.
Pihak sekolah berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut sehingga kebutuhan ruang kelas baru dapat segera direalisasikan. Dengan demikian, proses pendidikan di MI Mathlaul Anwar dapat berjalan lebih baik serta memberikan kenyamanan bagi siswa dan tenaga pengajar.
Pewarta : (Dindin)
Editor : Hermansyah









