​Final Sepak Bola PGRI Bandung Barat Berujung Ricuh: Laga Lembang vs Gunung Halu Terhenti

 

 

​BANDUNG BARAT penahukumnews.com— Pertandingan puncak final turnamen sepak bola antarcabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tingkat Kabupaten Bandung Barat di lapangan sepak bola adven Parongpong minggu 25 Oktober 2026, yang mempertemukan kesebelasan PGRI Lembang melawan PGRI Gunung Halu terpaksa diwarnai insiden keributan antarpemain dan suporter, yang membuat jalannya pertandingan terhenti.

 

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan bermula menjelang pertengahan babak kedua ketika tensi pertandingan mulai meningkat. Kedua tim tampil dengan motivasi tinggi untuk memperebutkan gelar juara pertama, yang membuat duel di lini tengah berlangsung sengit.

 

​Insiden fisik antarpemain di lapangan memicu ketegangan emosional yang meluas hingga ke pinggir lapangan. Sebagian penonton dan suporter dari kedua kubu sempat terprovokasi dan merangsek masuk ke area dekat lapangan hijau, sehingga situasi menjadi tidak terkendali selama beberapa menit.

 

​ Disaat ricuh pertandingan antar pemain,pihak keamanan di lapangan tidak ada, panitia pelaksana turnamen turun tangan, dengan sigap bergerak ke tengah lapangan untuk melerai keributan dan menenangkan kedua belah pihak. Berkat kesigapan panitia turnamen, kericuhan yang lebih besar berhasil dihindari dan massa dari kedua suporter berhasil dipulangkan ke tribun masing-masing.

 

​

Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia penyelenggara PGRI Kabupaten Bandung Barat dikabarkan tengah menggelar rapat darurat bersama perwakilan official dari kedua tim untuk menentukan kelanjutan status pertandingan final tersebut, apakah akan dilanjutkan sisa waktunya atau diambil keputusan lain demi menjaga kondusifitas dan sportivitas guru.

 

​Sejumlah pihak menyesalkan terjadinya insiden ini. Pasalnya, turnamen olahraga antar guru yang sejatinya diadakan sebagai ajang mempererat silaturahmi, kekompakan, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas antarpendidik se-Kabupaten Bandung Barat, justru ternoda oleh insiden emosional di lapangan.

READ  Borok Dana Desa Tanjung Anom Terbongkar: Anggaran Komunikasi Melangit, Realisasi Dipertanyakan!

 

​”Kami sangat menyayangkan kejadian ini,guru adalah teladan bagi anak didik dan masyarakat, semoga insiden ini menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan semangat kebersamaan dan fair play tetap dikedepankan dalam setiap kompetisi,” ujar salah satu penonton yang hadir di lokasi kejadian.

 

Pewarta : (Asker Biro KBB)

Editor    : Hermansyah

banner 728x90 banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *