Jakarta penahukumnews.com— Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kemhan, Laksamana Muda TNI Sri Yanto, S.T., menutup Rapat Koordinasi Penentu Kebijakan, Pengguna, dan Produsen Alpalhankam TA. 2026 di Gd. R. Soeprapto Lantai 8, Ditjen Pothan Kemhan. Kegiatan dihadiri para narasumber dari kementerian/lembaga, peserta dari lingkungan Kemhan, TNI, dan Polri, serta para pimpinan atau perwakilan industri pertahanan dan industri komersial.
Mengusung tema “Program Hilirisasi Nasional sebagai Pendorong Tumbuhnya Ekosistem Industri Dasar dan Akselerasi Komitmen Peningkatan TKDN sebagai Kunci Membangun Kemandirian Industri Pertahanan”, rakor ini menjadi forum strategis untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara penentu kebijakan, pengguna, dan produsen dalam mendukung pembangunan industri pertahanan nasional.
Dalam sambutannya, Dirjen Pothan menegaskan bahwa kemandirian industri pertahanan harus dibangun secara bertahap, konsisten, dan terukur melalui penguatan hilirisasi, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penguasaan teknologi, serta penguatan rantai pasok nasional.
Keterlibatan industri komersial juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem industri pertahanan melalui kolaborasi, inovasi, pengembangan teknologi dual-use, serta optimalisasi kapasitas dan kemampuan industri dalam negeri.
Melalui forum ini, penentu kebijakan, pengguna, dan produsen didorong untuk menyatukan persepsi dan langkah agar kebutuhan pertahanan dapat selaras dengan kemampuan industri. Hasil rakor diharapkan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi ditindaklanjuti melalui langkah nyata dan terukur untuk memperkuat industri pertahanan yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.
“Kemandirian industri pertahanan tidak dibangun dalam satu hari. Namun, kemandirian juga tidak akan pernah terwujud apabila kita tidak memulainya dari sekarang.”
Hilirisasi diperkuat, TKDN ditingkatkan, kemandirian industri pertahanan diwujudkan.
Pewarta : (Biro jakarta Budiman)
Editor : Hermansyah









