CIANJUR/Penahukumnews-com Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur, Metty Triantika, secara resmi menutup rangkaian kegiatan reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 yang dilaksanakan di Desa Babakansari, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan reses tersebut menjadi momentum penting bagi wakil rakyat untuk kembali hadir di tengah masyarakat, mendengarkan secara langsung berbagai keluhan, masukan, serta harapan warga terkait kebutuhan pembangunan di wilayahnya.
Selama pelaksanaan rangkaian reses, Metty Triantika telah mengunjungi enam desa di Daerah Pemilihan (Dapil) IV. Dalam setiap kunjungannya, ia membuka ruang dialog bersama masyarakat guna menggali berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian warga.
Sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat di antaranya berkaitan dengan peningkatan dan perbaikan infrastruktur jalan, penyediaan sarana air bersih, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Berbagai masukan tersebut dinilai menjadi bahan penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah agar program pemerintah dapat berjalan sesuai kebutuhan dan kondisi nyata di lapangan.

Metty Triantika menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda formal kedewanan, melainkan bagian dari tanggung jawab seorang wakil rakyat untuk memastikan suara masyarakat dapat tersampaikan dan diperjuangkan melalui lembaga legislatif.
Menurutnya, komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat harus terus dibangun secara berkesinambungan. Dengan demikian, berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat diketahui lebih awal dan dicarikan solusi melalui mekanisme pemerintahan daerah.
“Aspirasi masyarakat menjadi dasar penting bagi kami dalam memperjuangkan program pembangunan. Karena itu, komunikasi harus terus terjalin, bukan hanya ketika reses, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Metty.
Ia juga menyampaikan bahwa seluruh aspirasi yang telah dihimpun dari enam desa di wilayah Dapil IV akan menjadi perhatian untuk selanjutnya dikawal melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa setiap usulan masyarakat perlu melalui tahapan pembahasan serta menyesuaikan dengan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah.

Melalui proses tersebut, diharapkan aspirasi yang benar-benar menjadi kebutuhan mendasar masyarakat dapat memperoleh perhatian dan kesempatan untuk direalisasikan dalam program pembangunan.
Metty berharap masyarakat tetap aktif menyampaikan berbagai persoalan dan usulan pembangunan di lingkungannya. Menurutnya, partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas.
Penutupan rangkaian reses di Desa Babakansari ini sekaligus menjadi penegasan komitmen DPRD Kabupaten Cianjur dalam menjalankan fungsi representasi, pengawasan, dan penganggaran demi kepentingan masyarakat.
Dengan berakhirnya kegiatan reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027, Metty Triantika berharap hubungan komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat semakin kuat.
Kawal aspirasi, perjuangkan pembangunan. Harapannya, setiap suara masyarakat tidak berhenti sebagai catatan dalam kegiatan reses, tetapi dapat diperjuangkan melalui proses yang tepat sehingga pembangunan di Kabupaten Cianjur semakin merata dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat.
Pewarta : ( DK Korlap Jabar)
Editor : Hermansyah









