Empat Program Bankeu Tahap I Mulai Direalisasikan, Desa Tamansari Fokus Infrastruktur hingga Penataan Lingkungan

 

 

BOGOR penahukumnews.com– Pemerintah Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, mulai merealisasikan sejumlah program yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Akselerasi Percepatan Pembangunan Perdesaan tahap I tahun 2026.

 

Kepala Desa Tamansari, Sunandar, S.Pd.I, mengatakan sedikitnya terdapat empat program yang telah dan sedang berjalan, yakni betonisasi jalan desa, Digitalisasi Desa, program Satu Sarjana Satu Desa (Sasar Desa), serta Daya Pajajaran.

 

“Alhamdulillah, empat kegiatan dari tahap pertama ini sudah berjalan. Ada betonisasi, Digitalisasi Desa, Satu Sarjana Satu Desa, dan Daya Pajajaran. Ini merupakan bentuk upaya pemerintah desa agar bantuan yang diterima benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Sunandar.

 

Untuk sektor infrastruktur, Pemdes Tamansari merealisasikan betonisasi jalan desa di wilayah RW 01 dengan panjang sekitar 526 meter, lebar 3,7 meter dan ketebalan 15 sentimeter. Pembangunan tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas sekaligus mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.

 

Sementara itu, program Digitalisasi Desa juga telah diluncurkan dan dilanjutkan dengan sosialisasi serta pelatihan bagi petugas yang akan menjalankan program tersebut.

 

Di bidang pendidikan, program Satu Sarjana Satu Desa turut direalisasikan. Salah seorang warga Desa Tamansari, Safarina, tercatat mengikuti program tersebut di Universitas Juanda dengan mengambil jurusan Akuntansi. Selain itu, terdapat tiga perangkat desa yang turut mengikuti program pendidikan tersebut.

 

“Untuk Satu Sarjana Satu Desa, alhamdulillah sudah ada warga kita yang ikut, atas nama Safarina di Universitas Juanda jurusan Akuntansi. Tiga orang dari perangkat desa juga ikut. Semuanya sudah berjalan dan sudah launching,” jelasnya.

 

Program berikutnya adalah Daya Pajajaran, yang akan dilaksanakan di wilayah RW 01, Dusun 1, beriringan dengan kegiatan betonisasi. Setelah pembangunan jalan selesai, penataan lingkungan akan dilanjutkan melalui tim Kampung Ramah Lingkungan (KRL).

READ  Naas Mobil Truk Bermuatan Bata Merah Laka Lantas

 

Konsep Daya Pajajaran tersebut mengadopsi nuansa penataan lingkungan berbasis kearifan lokal, dengan penggunaan ornamen bambu seperti gapura, pagar, pos ronda, hingga berbagai hiasan lingkungan.

 

“Kalau Daya Pajajaran, konsepnya mengacu kepada Lembur Pakuan. Nanti ada gapura dari bambu, pagar-pagar bambu, pos ronda, sampai lampion dan ornamen lainnya. Harapannya lingkungan menjadi lebih tertata dan memiliki daya tarik tersendiri,” kata Sunandar.

 

Menurutnya, program Daya Pajajaran pada tahap awal mencakup penataan sepanjang sekitar 50 meter. Namun, pemerintah desa berharap keterlibatan masyarakat melalui gotong royong dapat memperluas jangkauan penataan lingkungan.

 

“Panjang awalnya sekitar 50 meter, tetapi nanti akan disesuaikan dengan kondisi di wilayah. Masyarakat juga cukup antusias. Mudah-mudahan dengan gotong royong, jangkauannya bisa lebih panjang,” ujarnya.

 

Sunandar berharap penataan tersebut tidak hanya membuat lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata, tetapi juga mampu menciptakan potensi wisata berbasis masyarakat di Desa Tamansari.

 

“Mudah-mudahan ke depan bisa menjadi daya tarik wisata di wilayah kita. Jadi bukan hanya membangun fisik, tetapi juga bagaimana masyarakat ikut bergerak dan lingkungan kita memiliki nilai lebih”, pungkasnya.

 

 

Pewarta : DIN2/MIL

Editor     : Hermansyah

banner 728x90 banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *