CIANJUR penahukumnews.com– Destinasi wisata Pinus Coklat Jagabaya yang berada di Kampung Pangkalan, RT 03/RW 05, Desa Cikidangbayabang, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, menawarkan panorama alam Waduk Cirata yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan.
Berada di kawasan seluas sekitar dua hektare, destinasi ini tidak hanya menyuguhkan bentang alam yang memanjakan mata, tetapi juga menghadirkan beragam pilihan kuliner khas, seperti ikan bakar dan nasi liwet.
Pengelola Wisata Pinus Jagabaya, Adam Habib, mengatakan kawasan tersebut dikembangkan dengan mengedepankan potensi wisata alam yang berpadu dengan berbagai fasilitas rekreasi keluarga.
“Yang kami tawarkan kepada wisatawan salah satunya adalah wisata alam dengan panorama Waduk Cirata. Selain itu, ada juga sejumlah wahana permainan anak, seperti trampolin, istana balon, dan kereta api,” ujar Adam, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Adam, tingkat kunjungan wisatawan masih cukup ramai, khususnya pada akhir pekan. Namun, secara umum dirinya mengakui terjadi penurunan jumlah pengunjung dibandingkan sebelumnya.
“Kalau Sabtu dan Minggu, alhamdulillah masih ramai. Tetapi kalau secara keseluruhan, sekarang memang terasa penurunannya, bahkan diperkirakan lebih dari 50 persen. Kemungkinan salah satu faktornya adalah kondisi ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Adam berharap pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat melalui instansi terkait, dapat memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan destinasi wisata di kawasan tersebut.
Ia mengaku telah terlibat langsung dalam pengelolaan wisata di Desa Cikidangbayabang selama hampir enam tahun. Namun, hingga kini pengembangan wisata tersebut menurutnya masih dilakukan secara mandiri, baik dari sisi permodalan, pembangunan maupun pengelolaan kawasan.
“Harapan kami sebenarnya dari dulu ada dorongan dari pemerintah. Karena kalau ada pendampingan dari pihak yang memang ahli di bidang pariwisata, termasuk dari Dinas Pariwisata, tentu pengembangan kawasan ini bisa lebih terarah,” katanya.
Menurutnya, dukungan pemerintah tidak hanya diperlukan dalam bentuk permodalan, tetapi juga menyangkut penataan kawasan, arsitektur, pengembangan ikon wisata, hingga strategi promosi agar destinasi tersebut semakin dikenal masyarakat luas.
Adam menilai, keberadaan wisata alam yang berdampingan langsung dengan Waduk Cirata memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan di Kecamatan Mande.
Ia juga menyoroti status Desa Cikidangbayabang yang, menurut pengetahuannya, merupakan salah satu desa wisata di wilayah Kecamatan Mande. Namun, ia berharap status tersebut dapat diikuti dengan pengembangan destinasi wisata yang lebih nyata dan terintegrasi.
“Kalau memang Desa Cikidangbayabang sudah memiliki predikat sebagai desa wisata, kami berharap potensi wisata yang ada bisa benar-benar mendapatkan perhatian. Salah satunya Wisata Pinus Jagabaya ini,” ujarnya.
Adam menegaskan, pembangunan dan pengembangan Wisata Pinus Jagabaya selama ini dilakukan secara mandiri menggunakan modal pribadi. Hasil yang diperoleh dari pengelolaan wisata pun kembali diarahkan untuk pengembangan kawasan.
“Saya membangun dan mengelola ini secara mandiri, dari dana sendiri. Apa yang diperoleh kemudian kami kembalikan lagi untuk pengembangan wisata. Harapannya, keberadaan tempat ini bukan hanya memberikan manfaat bagi pengelola, tetapi juga bagi masyarakat sekitar dan kemajuan pariwisata,” pungkasnya.
Dengan panorama Waduk Cirata sebagai latar utama, Wisata Pinus Jagabaya memiliki potensi untuk menjadi ruang rekreasi keluarga sekaligus bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat di kawasan Desa Cikidangbayabang.
Dukungan, pembinaan, serta sinergi antara pengelola, masyarakat dan pemerintah dinilai menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan potensi tersebut.
Pewarta : M.Mahdi (Ben)
Editor : Hermansyah









