Sriwijaya di Selembar Perangko, Herman Deru Dorong Kolaborasi Budaya hingga Fadli Zon Bidik Revitalisasi Cagar Budaya

 

 

PALEMBANG penahukumnews.com— Selembar perangko ternyata mampu membuka jendela panjang perjalanan bangsa. Semangat itulah yang mengemuka dalam Sriwijaya Philately Exhibition 2026 di Atrium Palembang Square Mall (PS Mall) Palembang, Jumat (11/9/2026), yang dibuka Menteri Kebudayaan RI sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Filateli Indonesia (PFI) Fadli Zon bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

 

Gubernur Sumsel Herman Deru menyambut positif pameran filateli internasional tersebut. Menurutnya, agenda kebudayaan tidak boleh berhenti pada seremoni, melainkan harus dibangun melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat dan daerah, kata dia, membutuhkan dukungan dunia usaha serta seluruh elemen masyarakat agar kebudayaan memiliki ekosistem yang kuat dan mampu bertahan lintas generasi.

 

“Memajukan kebudayaan tidak hanya tugas Kementerian dan Pemda, tapi juga ajak swasta,” ujar Herman Deru. Pernyataan itu menegaskan pentingnya menempatkan kebudayaan sebagai kerja kolektif, bukan sekadar domain birokrasi. Di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, pelestarian budaya membutuhkan partisipasi publik sekaligus keberanian untuk mengemas warisan masa lalu menjadi pengetahuan yang relevan bagi generasi masa kini.

 

Fadli Zon melihat filateli dari perspektif yang lebih luas. Baginya, perangko bukan sekadar benda koleksi atau hobi, melainkan arsip visual yang merekam denyut sejarah sebuah bangsa. Usia PFI yang telah mencapai 104 tahun menjadi bukti panjangnya perjalanan filateli Indonesia. Berbagai momentum penting, mulai dari Asian Games 2018 hingga keberagaman pakaian adat Nusantara, pernah diabadikan melalui perangko.

 

“Perkumpulan Filateli Indonesia sudah berumur 104 tahun. Hobi filateli ini disebut rajanya hobi. Perangko selalu memotret peristiwa sejarah,” kata Fadli. Ia mengingatkan bahwa jauh sebelum komunikasi digital mengambil alih kehidupan manusia, surat-menyurat menjadi medium penting untuk menghubungkan satu orang dengan lainnya. Dalam konteks itu, perangko bukan hanya penanda perjalanan surat, tetapi bagian dari sejarah komunikasi sekaligus medium pembelajaran bangsa.

READ  Harpelnas 2026, Toserba Selamat Ciranjang Hadirkan Kejutan dan Promo Spesial Untuk Pelanggan

Pemilihan nama Sriwijaya dalam pameran tersebut pun bukan tanpa alasan.

 

Fadli menilai nama Sriwijaya merepresentasikan jejak kejayaan Nusantara yang pernah memiliki pengaruh luas hingga mancanegara. Bahkan, ia menyebut Presiden Prabowo Subianto berencana mendatangkan kapal induk dari Italia yang direncanakan menggunakan nama “Sriwijaya”, sebuah penamaan yang menurutnya kembali menghidupkan simbol kejayaan sejarah Nusantara dalam konteks kekinian.

 

Fadli juga menegaskan bahwa kebudayaan memiliki spektrum yang jauh lebih luas daripada sekadar seni pertunjukan. Bahasa, tradisi lisan, ritus, adat istiadat hingga pengetahuan tradisional merupakan bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia. Menurutnya, potensi tersebut harus diarahkan menuju ekonomi budaya sebagaimana berkembang di sejumlah negara seperti Korea, India, dan Amerika Serikat.

“Selama ini kita terlena dengan SDA. Padahal modal budaya kita sangat besar,” tegasnya.

 

Tak berhenti pada filateli, Kementerian Kebudayaan juga membuka ruang kolaborasi dengan Pemprov Sumsel untuk merevitalisasi sejumlah cagar budaya di Palembang dan Sumatera Selatan, di antaranya Museum Sriwijaya, Taman Budaya Sriwijaya, dan Museum AK Gani. Fadli menyebut skema pendanaan dan kolaborasi dengan Pemprov Sumsel telah disepakati bersama Herman Deru.

 

Langkah ini memperlihatkan bahwa pelestarian sejarah mulai diarahkan bukan hanya sebagai agenda konservasi, tetapi juga sebagai investasi pengetahuan dan ekonomi berbasis budaya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Sriwijaya Philately Exhibition 2026 sekaligus Ketua PFI Daerah Sumsel, Affan Prapanca, mengatakan pameran tersebut diikuti delegasi dari delapan negara dan dikemas dengan berbagai kegiatan seni budaya serta perlombaan.

 

Momentum ini semakin diperkuat dengan pelantikan pengurus cabang penggemar filateli di empat kabupaten/kota dan peresmian 100 klub filateli baru di Sumatera Selatan. Menurut Affan, ekspansi komunitas tersebut diharapkan menjadikan filateli sebagai medium literasi bagi generasi muda. Sebab, di balik gambar kecil pada selembar perangko tersimpan narasi besar tentang sejarah, keberagaman, kejayaan Sriwijaya, dan perjalanan panjang Indonesia sebagai sebuah bangsa.

READ  HUT ke-48 Desa Ciputri: Bukan Sekadar Jalan Santai, Warga Disatukan dalam Semangat “Dari Kita untuk Kita”

 

Pewarta : M.Mahdi (Ben)

Editor     : Hermansyah

banner 728x90 banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *