Merangin-Penahukumnews.com Aksi pencurian kabel listrik milik PLN di wilayah Kabupaten Merangin, khususnya di kawasan Bangko dan sekitarnya, semakin marak dan berada pada titik yang mengkhawatirkan. Kondisi ini memicu keresahan luas di tengah masyarakat yang tengah menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.
Aksi sabotase oleh oknum tidak bertanggung jawab ini mengakibatkan gangguan distribusi aliran listrik yang sering padam secara mendadak. Akibatnya, aktivitas krusial masyarakat seperti ibadah tarawih, persiapan sahur, hingga kegiatan ekonomi warga menjadi terhambat.
Salah satu warga Bangko menyatakan bahwa pemadaman akibat kabel dicuri ini sudah sangat merugikan. “Kami merasa sangat terganggu. Di saat kami ingin fokus beribadah, listrik justru sering padam karena ulah pencuri kabel. Ini bukan hanya soal gelap, tapi soal kenyamanan ibadah dan keamanan lingkungan,” ujarnya.
Pencurian aset negara ini tidak hanya berdampak pada kerugian material bagi PLN, tetapi juga menciptakan potensi bahaya bagi keselamatan warga di sekitar lokasi kejadian.
Merespons situasi ini, masyarakat Merangin secara terbuka meminta kepada Aparat Penegak Hukum Khususnya Polres kabupaten Merangin untuk :
Meningkatkan Patroli
Melakukan pengawasan intensif di titik-titik rawan pencurian kabel, terutama pada jam-jam krusial (tengah malam hingga subuh).
Tindakan Tegas untuk Mengusut tuntas dan menangkap oknum pelaku serta jaringan penadah kabel curian yang merugikan negara dan rakyat banyak.
Sinergi Keamanan Membuka ruang koordinasi bagi masyarakat untuk membantu memberikan informasi lapangan guna mempercepat penangkapan pelaku.
Masyarakat menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam menjaga lingkungan dan mengamankan fasilitas umum demi kelancaran aliran listrik selama Ramadan dan seterusnya.
Diharapkan pihak PLN dan Polres Merangin dapat segera bersinergi memberikan solusi nyata agar Merangin kembali terang dan kondusif.
Penulis : Udin
Editor : Redaksi









