CIANJUR penahukumnews.com–Belender, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, menuai sorotan warga. Kondisi jalan yang telah cukup lama rusak tersebut hingga kini belum juga mendapat perbaikan, meski setiap hari digunakan masyarakat.
Ironisnya, kerusakan hanya terjadi pada beberapa bagian jalan dan lokasinya bukan berada di wilayah terpencil. Namun, kondisi tersebut justru seolah belum menjadi prioritas penanganan pemerintah.
Setiap hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan. Air menggenangi permukaan jalan yang rusak dan bercampur dengan tanah hingga menjadi lumpur. Akibatnya, pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati saat melintas.

Kondisi ini pun menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat: sejauh mana perhatian pemerintah terhadap infrastruktur jalan yang setiap hari menjadi akses warga?
Warga menilai kerusakan jalan tidak semestinya dibiarkan berlarut-larut. Sebab, kerusakan yang tidak segera ditangani berpotensi semakin parah dan pada akhirnya dapat membuat biaya penanganan menjadi lebih besar.
Iwan (42), warga setempat, mengatakan kondisi jalan tersebut sudah cukup lama mengganggu aktivitas masyarakat.
“Jalan ini bukan berada di tempat yang jauh atau terpencil. Setiap hari masyarakat lewat. Kalau hujan, kondisinya semakin parah,” ujar Iwan, Selasa (6/10/2026).
Ia berharap pemerintah tidak sekadar menunggu laporan masyarakat, tetapi dapat turun langsung melihat kondisi jalan dan menentukan langkah perbaikan.
“Memang cuma beberapa meter, tapi mengganggu. Kalau bisa diperbaiki, kenapa harus dibiarkan lama-lama?” katanya.
*Warga: Jangan Tunggu Jalan Semakin Parah*
Masyarakat berharap pemerintah terkait segera memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut. Perbaikan, menurut warga, tidak harus menunggu kerusakan semakin parah atau sampai menimbulkan korban.
Bagi warga, persoalannya bukan sekadar beberapa meter jalan yang rusak. Jalan tersebut merupakan akses yang digunakan setiap hari untuk menunjang aktivitas masyarakat.
Kini, warga menunggu tindakan nyata pemerintah. Apakah keluhan tersebut akan segera ditindaklanjuti, atau kembali menjadi persoalan yang menunggu perhatian hingga kerusakannya semakin parah?
Pewarta : *(Din2/Mil)*
Editor : Hermansyah









